Noken as merupakan komponen penting dalam mesin kendaraan bermotor yang berfungsi mengatur waktu buka tutup klep. Pada motor bebek, noken as umumnya terletak di kepala silinder, sementara pada motor sport cenderung berada di blok silinder.
Dua motor bebek yang cukup populer di Indonesia, Honda Tiger dan Honda Megapro, memiliki spesifikasi noken as yang berbeda. Perbedaan ini tentu berpengaruh pada performa kedua motor tersebut.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas perbedaan noken as Tiger dan Megapro, meliputi:
- Spesifikasi teknis
- Profil cam
- Pengaruh pada performa mesin
- Dampak pada konsumsi bahan bakar
- Rekomendasi penggunaan
Spesifikasi Teknis
| Komponen | Honda Tiger | Honda Megapro |
|---|---|---|
| Tipe | SOHC | SOHC |
| Jumlah klep | 4 | 4 |
| Konfigurasi klep | 2 in, 2 ex | 2 in, 2 ex |
| Durasi noken as | 240 derajat | 256 derajat |
| Lift katup | 8,5 mm | 9,5 mm |
| LSA (Lobe Separation Angle) | 108 derajat | 110 derajat |
Profil Cam
Noken as Tiger memiliki profil cam yang lebih agresif dibandingkan Megapro. Hal ini terlihat dari durasi yang lebih pendek dan lift katup yang lebih kecil pada Tiger. Profil cam seperti ini umumnya menghasilkan torsi yang lebih besar di putaran rendah dan menengah, namun sedikit mengorbankan putaran tinggi.
Sebaliknya, noken as Megapro memiliki profil cam yang lebih mild dengan durasi yang lebih panjang dan lift katup yang lebih besar. Profil cam seperti ini menghasilkan putaran tinggi yang lebih baik, namun berdampak pada berkurangnya torsi di putaran rendah dan menengah.
Pengaruh pada Performa Mesin
Perbedaan profil cam pada noken as Tiger dan Megapro secara langsung memengaruhi performa mesin kedua motor tersebut. Tiger menghasilkan torsi yang lebih besar di putaran rendah dan menengah, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan harian seperti commuting dan stop-and-go traffic.
Sementara itu, Megapro menghasilkan putaran tinggi yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan di jalan tol atau touring jarak jauh.
Dampak pada Konsumsi Bahan Bakar
Profil cam noken as juga memengaruhi konsumsi bahan bakar. Noken as Tiger yang lebih agresif cenderung menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih boros, terutama saat digunakan pada putaran tinggi.
Di sisi lain, noken as Megapro yang lebih mild cenderung menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit, khususnya saat digunakan pada putaran rendah hingga menengah.
Rekomendasi Penggunaan
Berdasarkan perbandingan di atas, berikut adalah rekomendasi penggunaan noken as Tiger dan Megapro:
- Honda Tiger: Cocok untuk penggunaan harian seperti commuting dan stop-and-go traffic, karena menghasilkan torsi yang lebih besar di putaran rendah dan menengah.
- Honda Megapro: Cocok untuk penggunaan di jalan tol atau touring jarak jauh, karena menghasilkan putaran tinggi yang lebih baik.
Sebaiknya sesuaikan pilihan noken as dengan kebutuhan dan gaya berkendara Anda. Jika Anda lebih sering berkendara di perkotaan dengan kondisi jalan yang padat, noken as Tiger bisa menjadi pilihan yang tepat. Sementara itu, jika Anda sering berkendara di jalan tol atau melakukan touring jarak jauh, noken as Megapro dapat memberikan performa yang lebih optimal.
Selain memahami perbedaan noken as, penting juga untuk melakukan perawatan dan penggantian noken as secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Hal ini bertujuan untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan mencegah kerusakan pada komponen mesin lainnya.


Close



