Jakarta – Radiator merupakan komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi mendinginkan mesin. Salah satu motor keluaran Yamaha yang banyak digunakan di Indonesia, yaitu Vixion, juga dibekali dengan radiator. Jika ingin menjaga performa mesin Vixion tetap optimal, pemilik harus memperhatikan perawatan radiator, termasuk mengganti air radiator secara berkala.
Kapasitas Isi Air Radiator Vixion
Kapasitas isi air radiator Vixion tergantung pada tahun produksinya. Berikut detailnya:
- Vixion generasi pertama (2007-2012): 1,2 liter
- Vixion generasi kedua (2013-2014): 1,1 liter
- Vixion generasi ketiga (2015-sekarang): 1,1 liter
Cara Mengganti Air Radiator Vixion
Mengganti air radiator Vixion cukup mudah, berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan Alat dan Bahan: Siapkan air radiator baru sesuai kapasitas, kunci pas atau obeng, wadah penampung air radiator bekas, dan lap bersih.
- Dinginkan Mesin: Pastikan mesin dalam keadaan dingin untuk menghindari risiko panas dan luka bakar.
- Buka Tutup Radiator: Hati-hati saat membuka tutup radiator karena berpotensi masih ada tekanan di dalamnya.
- Kuras Air Radiator: Letakkan wadah penampung di bawah radiator dan buka baut pembuangan di bagian bawah radiator. Cairan akan keluar dan pastikan seluruh air radiator terkuras.
- Tutup Kembali Baut Pembuangan: Setelah air radiator habis, tutup kembali baut pembuangan dengan benar.
- Isi Air Radiator Baru: Masukkan air radiator baru sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan. Gunakan corong agar lebih mudah mengisi.
- Buang Udara: Hidupkan mesin dan biarkan selama beberapa menit sambil memperhatikan apakah masih ada udara yang terperangkap dalam radiator. Buang udara menggunakan baut pembuangan hingga keluar air tanpa udara.
- Tutup Kembali Tutup Radiator: Setelah udara habis, tutup kembali tutup radiator dengan rapat.
- Periksa Kembali: Periksa apakah ada kebocoran atau indikator suhu mesin menunjukkan angka normal.
Dampak Telat Penggantian Air Radiator Vixion
Jika telat mengganti air radiator Vixion, akan berdampak pada kinerja mesin, di antaranya:
- Mesin Overheat: Air radiator yang kotor atau berkurang volumenya tidak mampu menyerap panas mesin secara optimal, sehingga mesin mudah mengalami panas berlebih (overheat).
- Kerusakan Pompa Air: Telat ganti air radiator membuat komponen di dalam radiator, seperti pompa air, cepat aus dan rusak karena harus bekerja lebih keras untuk memompa air yang kurang layak.
- Kerusakan Selang Radiator: Air radiator yang kotor atau berkarat dapat mengikis selang radiator sehingga terjadi kebocoran.
- Penurunan Performa Mesin: Mesin yang terus-menerus mengalami overheat dapat menurunkan performa mesin, seperti tenaga berkurang dan akselerasi lambat.
- Kerusakan Fatal Mesin: Jika dibiarkan terus-menerus, mesin yang overheat dapat mengalami kerusakan fatal yang membutuhkan biaya perbaikan yang besar.
Rekomendasi Penggantian Air Radiator Vixion
Untuk menjaga kinerja mesin Vixion tetap optimal, disarankan untuk mengganti air radiator setiap 2 tahun sekali atau setiap 20.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Gunakan air radiator khusus yang tersedia di bengkel resmi atau toko onderdil.
Dengan memperhatikan kapasitas air radiator Vixion, mengganti air radiator secara berkala, dan menghindari dampak telat penggantian, pemilik Vixion dapat memastikan mesin motornya tetap awet dan berkinerja optimal.


Close



