Adu Kekuatan: Menilik Perbedaan Noken As Tiger dan Megapro

Hadi Saputra

Pendahuluan

Noken as merupakan komponen krusial dalam sebuah mesin motor. Ia berfungsi mengatur pembukaan dan penutupan katup sehingga bahan bakar dan udara dapat masuk ke ruang bakar, dan gas buang dapat keluar.

Dua pabrikan motor asal Jepang, Honda dan Yamaha, memiliki produk unggulan masing-masing di segmen motor sport: Honda Megapro dan Yamaha Tiger. Perbedaan yang mencolok antara kedua motor ini terletak pada sistem penggerak katupnya, yaitu noken as.

Jenis Noken As

Honda Megapro menggunakan noken as tipe SOHC (Single Overhead Camshaft), sedangkan Yamaha Tiger menggunakan noken as tipe DOHC (Double Overhead Camshaft).

SOHC (Single Overhead Camshaft)

Noken as SOHC terletak pada bagian atas kepala silinder dan menggerakkan katup melalui lengan penggerak (rocker arm). Desain ini lebih sederhana dan berbobot lebih ringan karena hanya memiliki satu camshaft.

DOHC (Double Overhead Camshaft)

Noken as DOHC memiliki dua camshaft yang terletak pada bagian atas kepala silinder. Setiap camshaft menggerakkan katup tertentu secara langsung tanpa melalui lengan penggerak. Desain ini lebih kompleks tetapi menawarkan performa yang lebih baik karena mengurangi gesekan dan memungkinkan pengoperasian katup dengan lebih presisi.

Performa Mesin

Konfigurasi noken as yang berbeda menghasilkan karakteristik performa mesin yang berbeda. Noken as SOHC pada Honda Megapro menghasilkan torsi yang lebih besar pada putaran mesin rendah, sehingga motor terasa lebih bertenaga saat berakselerasi di gigi rendah.

Di sisi lain, noken as DOHC pada Yamaha Tiger menghasilkan tenaga yang lebih besar pada putaran mesin tinggi. Hal ini karena noken as DOHC memungkinkan pengoperasian katup dengan bukaan dan waktu yang lebih optimal, menghasilkan aliran bahan bakar dan udara yang lebih efisien.

BACA JUGA  Perbedaan Shock Depan Motor BeAT Karburator dan Fuel Injection, Mana yang Paling Oke?

Konsumsi Bahan Bakar

Dalam hal konsumsi bahan bakar, noken as DOHC pada Yamaha Tiger umumnya lebih efisien dibandingkan noken as SOHC pada Honda Megapro. Hal ini disebabkan oleh pengoperasian katup yang lebih presisi, yang mengurangi kerugian gesek dan meningkatkan efisiensi pembakaran.

Keunggulan dan Kekurangan

Noken As SOHC (Honda Megapro)

  • Keunggulan:
    • Desain sederhana
    • Bobot ringan
    • Torsi besar pada putaran mesin rendah
  • Kekurangan:
    • Tenaga kurang pada putaran mesin tinggi
    • Konsumsi bahan bakar kurang efisien

Noken As DOHC (Yamaha Tiger)

  • Keunggulan:
    • Tenaga besar pada putaran mesin tinggi
    • Konsumsi bahan bakar efisien
    • Pengoperasian katup presisi
  • Kekurangan:
    • Desain kompleks
    • Bobot lebih berat
    • Torsi kurang pada putaran mesin rendah

Kesimpulan

Pemilihan jenis noken as antara SOHC dan DOHC pada motor Honda Megapro dan Yamaha Tiger bergantung pada prioritas dan kebutuhan pengguna. Jika mencari tenaga besar pada putaran mesin tinggi dan konsumsi bahan bakar efisien, noken as DOHC pada Yamaha Tiger merupakan pilihan yang lebih tepat.

Sebaliknya, jika mencari torsi besar pada putaran mesin rendah dan desain yang lebih sederhana, noken as SOHC pada Honda Megapro dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Pada akhirnya, keputusan terbaik adalah dengan mempertimbangkan karakteristik performa mesin dan konsumsi bahan bakar yang diinginkan oleh pengguna.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer