Bagi para pengendara sepeda motor, pulser adalah komponen penting yang berkaitan dengan sistem pengapian. Pulser berfungsi untuk memberikan sinyal ke CDI (Capacitor Discharge Ignition) yang kemudian memicu pengapian pada busi. Jika pulser mati, maka sistem pengapian akan terganggu dan motor tidak dapat dinyalakan.
Jangan panik jika pulser motor Anda mati. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini dan membuat motor Anda kembali lancar jaya. Berikut langkah-langkahnya:
1. Periksa Konektor Pulser
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa konektor pulser. Lepaskan konektor dan bersihkan terminal konektor menggunakan ampelas halus atau contact cleaner. Pastikan terminal konektor tidak berkarat atau kotor.
Pasang kembali konektor dan pastikan terhubung dengan benar. Jika masih tidak berfungsi, coba lepaskan dan pasang kembali konektor beberapa kali untuk memastikan koneksi yang baik.
2. Periksa Kabel Pulser
Setelah memeriksa konektor, langkah selanjutnya adalah memeriksa kabel pulser. Periksa apakah ada kabel yang putus atau terjepit. Jika ada kabel yang putus, potong bagian yang rusak dan sambungkan kembali menggunakan solder atau konektor kabel.
Jika terdapat kabel yang terjepit, atur kembali posisi kabel agar tidak terjepit lagi. Pastikan semua kabel pulser terhubung dengan benar dan tidak ada bagian yang terkelupas.
3. Bersihkan Pulser
Pulser yang kotor dapat menyebabkan masalah pada sistem pengapian. Bersihkan pulser menggunakan cairan pembersih seperti contact cleaner atau karburator cleaner. Gunakan kuas halus atau sikat gigi bekas untuk membersihkan kotoran yang menempel.
Pastikan pulser benar-benar kering sebelum dipasang kembali ke motor. Kotoran atau air yang tersisa pada pulser dapat menyebabkan masalah pengapian.
4. Ukur Resistensi Pulser
Jika langkah-langkah di atas tidak berhasil, Anda dapat mengukur resistensi pulser. Lepaskan konektor pulser dan gunakan multimeter untuk mengukur resistensi antara terminal negatif dan positif.
Resistensi normal pulser bervariasi tergantung pada jenis motor. Biasanya berkisar antara 100 ohm hingga 500 ohm. Jika resistensi pulser di luar kisaran normal, kemungkinan pulser rusak dan perlu diganti.
5. Ganti Pulser
Jika semua cara di atas tidak berhasil, maka langkah terakhir adalah mengganti pulser. Lepaskan pulser yang lama dan ganti dengan pulser baru yang sesuai dengan tipe motor Anda.
Pasang pulser baru dengan benar dan pastikan terhubung dengan baik. Nyalakan motor dan periksa apakah masalah pengapian telah teratasi.
Tips Mencegah Pulser Mati
Selain mengatasi pulser yang mati, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah ini terjadi di masa mendatang:
- Hindari mengendarai motor di jalan yang bergelombang atau berlubang: Guncangan dan getaran yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada pulser.
- Pastikan konektor pulser selalu bersih dan terhubung dengan benar: Konektor yang kotor atau longgar dapat menyebabkan masalah pengapian.
- Lindungi pulser dari air dan kotoran: Paparan air atau kotoran secara terus menerus dapat merusak pulser. Gunakan penutup mesin atau pelindung untuk mencegah kotoran masuk ke area pulser.
- Lakukan perawatan motor secara berkala: Perawatan rutin akan membantu menjaga semua komponen motor, termasuk pulser, dalam kondisi baik.
Dengan mengikuti langkah-langkah dan tips ini, Anda dapat mengatasi masalah pulser mati dan mencegah masalah ini terjadi di masa mendatang. Motor Anda akan berjalan lancar jaya dan siap menemani perjalanan Anda.


Close



