Bagi para pecinta motor bebek jadul, Yamaha FizR dan Force 1 tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Dua motor yang sempat populer di era 2000-an ini memiliki desain yang sporty dan performa yang cukup mumpuni. Namun, di balik kesamaan tersebut, ternyata terdapat perbedaan mendasar antara keduanya, yaitu pada sistem pengapiannya.
Sistem Pengapian CDI
CDI atau Capacitor Discharge Ignition merupakan sistem pengapian yang umum digunakan pada motor-motor modern. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan pengosongan kapasitor untuk menghasilkan percikan api pada busi. Pengosongan kapasitor ini dipicu oleh sinyal dari unit ECM (Engine Control Module).
Perbedaan CDI FizR dan Force 1
Perbedaan utama antara CDI FizR dan Force 1 terletak pada:
1. Tipe CDI
- Yamaha FizR menggunakan CDI tipe AC (Alternating Current). Artinya, CDI mendapatkan suplai listrik langsung dari koil pengapian yang berarus bolak-balik.
- Yamaha Force 1 menggunakan CDI tipe DC (Direct Current). Artinya, CDI mendapatkan suplai listrik dari aki yang berarus searah.
2. Kecepatan Pengapian
- CDI AC pada FizR memiliki kecepatan pengapian yang lebih lambat dibandingkan CDI DC pada Force 1.
- Kecepatan pengapian yang lebih lambat pada FizR membuat motor cenderung menghasilkan suara knalpot yang lebih ngebass.
3. Konsumsi Bahan Bakar
- CDI DC pada Force 1 umumnya lebih irit bahan bakar dibandingkan CDI AC pada FizR.
- Hal ini karena CDI DC dapat mengoptimalkan pengapian sesuai dengan kondisi mesin, sehingga penggunaan bahan bakar lebih efisien.
4. Stabilitas Pengapian
- CDI DC pada Force 1 memiliki stabilitas pengapian yang lebih baik dibandingkan CDI AC pada FizR.
- Arus listrik searah (DC) pada Force 1 membuat pengapian lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi tegangan listrik.
5. Kemudahan Perawatan
- CDI AC pada FizR lebih mudah dirawat dibandingkan CDI DC pada Force 1.
- Hal ini karena CDI AC memiliki konstruksi yang lebih sederhana dan tidak memerlukan aki.
Rekomendasi
Bagi yang memprioritaskan suara knalpot ngebass dan kemudahan perawatan, CDI AC pada Yamaha FizR bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika yang lebih diutamakan adalah konsumsi bahan bakar irit, stabilitas pengapian, dan kesederhanaan perawatan, CDI DC pada Yamaha Force 1 patut dipertimbangkan.


Close



